7 Bahaya Bayi Sering Dicium

harga velg mobil
harga velg mobil

Menurut harga velg mobil cium ialah tanda kasih sayang. Benar nggak sih? Tapi, bila bayi yang sering dihirup justru bahaya bikin bayinya. Lho, kok bisa? Pasalnya,tidak sedikit kuman atupun virus penyebab penyakit yang bisa ditularkanmelewati percikan ludah dan menyebar di angkasa sehingga tercium oleh bayi.

Bahkan dr. Theresia Adhitirta yang pun berpofesi sebagai Product Manager PT Wyeth Indonesia ini mengaku “Yang ditakutkan dari cium tersebut adanya air ludah yang berisi tidak sedikit sekali virus yang bakal tertular lewat udara. Kalau di luar negeri, orang akan tidak mengizinkan anak-anaknya untuk dihirup sembarang orang,”. Nah lho, berniat sayang tapi malah membahayakan untuk si kecil. Tidak inginkan kan? Lalu, apa aja sih penyakit yang berpotensi andai bayi tidak jarang dicium? Simakpembahasan berikut ini.

1. Berpotensi Batuk, Flu, atau Pilek
Ketiga penyakit ini memang menyerang drainase penapasan. Apa sih media penularannya? Flu, batuk, pilek, sakit kepala, menular lewat cipratan ludah. Ingatlah, saat menghirup si kecil, kuman laksana batuk, flu, dan pilek ikut beralih dari mulut anda ke pipi atau bibir si kecil.

Akibatnya, si kecil juga ikut tertular, sehingga sejumlah waktu kemudian, ia akan terpapar penyakit tersebut. Ingat, penyakit laksana flu, batuk, pilek, sakit kepala, menular lewat cipratan ludah. Saat anda bersin, batuk, bernapas, termasuk menghirup bayi, kuman ikut terbang dan menulari orang di sekelilingnya. Nah, jadi usahakan kurangi frekuensimenghirup si kecil dan andai kamu sedang sakit flu, batuk atau pilekpakai masker andai dekat jaraknya dengan si kecil.

2. Ancaman Penyakit Invasive Pneumococcal Disease (IPD)
Apa sih penyakit IPD itu? Penyakit Invasive Pneumococcal Disease adalahpenyakit infeksi drainase nafas yang diakibatkan bakteri pneumokokus. Pneumokokus di samping adalahpenyebab utama pneumonia (radang paru), pun menyebabkan meningitis (radang selaput otak), bakteremia (bakteri tersebar pada darah), sepsis (infeksi semua tubuh), sinusitis (radang sinus), otitis media (radang telinga tengah), dan konjungtivitis (radang selaput lendir mata) khususnya pada anak umur < 2 tahun dan lansia.

Di semua dunia diduga ada 10% dari 12 juta kematian pada balita masing-masing tahun dampak infeksi pneumokokus. Di negara berkembang,diperkirakan sedikitnya 1.000.000 anak meninggal masing-masing tahunsebab penyakit infeksi pneumokokus. Lebih dari 500.000 permasalahan pneumonia dampak pneumokokus ditemukan di Amerika Serikat dengan 40.000 kematian masing-masing tahunnya. Pneumonia pneumokokus adalah36% dari pneumonia komunitas (Community Acquired Pneumonia/CAP) dan 50% dari pneumonia nosokomial (akibat perawatan di lokasi tinggal sakit). Wah, serem kan? Jadi, mendingan hindari deh keseringan cium bayi dan anak kecil.

3. Penyakit Cytomegalovirus (CMV)
Bahaya bayi sering dihirup lainnya yang pun harus diperhatikan ialah Cytomegalovirus atau yang lebih dikenal dengan CMV. Cytomegalovirus ialah salah satu format virus yang serupa virus herpes. Pada penderita yang terinfeksi oleh Cytomegalovirus maka gejalanya serupa flu bahkansejumlah mengalami tanpa gejala. Nah masalahnya virus ini pun ada dan menyebar lewat air liur. Bila si kecil dihirup penderita yang terpapar CMV, bisa jadi besar ia akan merasakan CMV juga. Penyakit ini lumayan berbahaya, bahkan dapat mengancam nyawa.

4. Ancaman Radang Otak
Kesehatan seorang dewasa tidak dapat disaksikan dari penampilan fisik. Artinya, boleh saja ia tampak sehat-sehat saja, sebenarnya di tubuhnya sedang digerogoti penyakit menular. Salah satu penyakit menular yang rawan hinggap pada tubuh si kecil ialah radang otak, alias meningitis. Gejalamula meningitis yang ditandai dengan demam tinggi, sakit kepala, mual, muntah. Bagi itu, tidak boleh segan untuk menampik tamu yang datang saat berkeinginan mencium si kecil. Bahaya bayi sering dihirup yang satu ini barangkali menjadi di antara concern utamamu.

5. Terserang Virus Herpes
Apa sih yang anda bayangkan mendengar penyakit yang satu ini? Ya, penyakit kulit yang menciptakan tubuh gatal-gatal. Infeksi menular seksual ini pun dapat ditularkan lewat berciuman. Celakanya, virus ini juga dapat bersarang di dalam tubuh seseorang sepanjang hidupnya. Bagi itu, cegah dengan menampik halus masing-masing tamu yang akan menghirup si kecil.

6. Cacar Air
Mirip halnya dengan Herpes, cacar air pun adalahpenyakit kulit yangmenciptakan tubuh terasa gatal. Cacar air diakibatkan oleh virus varicella-zoster. Virus ini bisa sampai ke pada seseorang dengan teknik “kontak” dengan seseorang yang terinfeksi. Cacar air ialah infeksi yangpaling menular, bahkan 90% dari orang-orang yang sebelumnya tidak menderita cacar air (belum mempunyai imunitas terhadap cacar air) bakal terinfeksi saat kontak dengan virus.

Lebih riskan lagi, cacar air ini bisa menyebar dengan mudah melewati udara saat seorang penderita cacar air batuk atau bersin, dimana tetesan-tetesan kecil cairan yang terbit berisi virus. Jadi penularannya serupa penyakit flu yang sama-sama diakibatkan oleh virus. Dapat dibayangkanbila penderita cacar air menghirup si kecil, virusnya pun bakal turut berpindah, sehingga mengakibatkan si kecil sakit cacar.

7. Berpotensi Demam
Demam memang penyakit yang sangat sering dirasakan oleh bayi atau si kecil. Nah, keseringan menghirup juga dapat jadi penyebabnya lho. Beberapa penyakit dengan fenomena demam bisa ditularkan lewat berciuman, termasuk sejumlah penyakit demam. Entah flu, radang tenggorokan, dan lainnya. Apalagi imunitas si kecil pun belum berkembang dengan baik,sampai-sampai ia gampang terserang penyakit dan menyebabkannya sakit.

Nah, setelah menyimak ulasan 7 bahaya bayi sering dihirup di atas anda tentu mesti lebih hati-hati bukan? Tentu tidak inginkan bayi yang masih rawan sakit malah sakit sebab niat sayang lewat ciuman. Rasa sayang kitadapat disalurkan lewat perbuatan dan asuhan pada si kecil tanpa terlalutidak jarang mencium. Yuk, guys sebarkan informasi ini supaya tidak sedikit yang memahami tentang ini. Hitung-hitung menangkal penyakit pada bayi kan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *